Begitu tiba di Jepang, Anda akan segera menyadari bahwa naik taksi itu sangat mahal dan bukanlah pilihan terbaik kecuali dalam keadaan darurat atau Anda tiba larut malam. Bus dan kereta Jepang adalah cara yang lebih efisien dan masuk akal untuk berkeliling.

Cara menggunakan bus lokal

Menunggu Bus

Rute dan jadwal bus dipasang di halte dan bus umumnya tiba tepat pada waktu yang tertera pada jadwal. Jika Anda sudah mengetahui jadwal bus sebelumnya, itu akan berguna untuk mempersingkat waktu tunggu Anda di halte bus.

Naik bus

Naiklah bus dari pintu belakang. Pintu depan yang dekat dengan sopir digunakan untuk turun penumpang (perlu dicatat bahwa cara ini berbanding terbalik dengan cara naik-turun bus kota).

Taruhlah kartu IC Anda di mesin pembaca kartu atau ambillah kertas tiket dari mesin tiket kecil di dekat pintu jika Anda berniat membayar dengan uang tunai.

Menghitung tarif bus

Sangat umum jika Anda melihat papan pengumuman elektronik di bagian depan bus, yang akan menunjukkan halte berikutnya dan tarif bus. Jika Anda membayar dengan uang tunai, papan pengumuman itu akan berguna untuk Anda - cocokkan angka yang tertera di tiket Anda untuk melihat tarif yang sesuai, semakin jauh tujuan Anda tarif akan terus bertambah.

Jika Anda menggunakan kartu IC, Anda tidak perlu repot-repot melakukan itu.

Turun bus

Bus akan secara otomatis mengumumkan halte berikutnya yang akan dituju dan jika Anda berencana untuk turun, tekanlah salah satu tombol yang bisa ditemukan di sepanjang sisi bus untuk memberitahu sopir kalau Anda ingin turun.

 (Foto: Javier / CC BY-NC 2.0)
(Foto: Javier / CC BY-NC 2.0)

Majulah ke bagian depan bus dan sentuhkan kartu IC Anda di mesin pembaca kartu di dekat sopir. Jika Anda membayar dengan uang, taruhlah tiket Anda dan uang yang sesuai dengan yang tertera di tabel tarif ke dalam kotak yang ada di dekat sopir. Jika Anda tidak memiliki uang pas, ada mesin yang bisa digunakan untuk menukarkan uang Anda dengan uang koin.

Di beberapa daerah, bus memiliki tarif tetap sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk harus selalu memeriksa tabel tarif.

Anda juga perlu tahu kalau bus lokal itu berbeda dari bus highway jarak jauh (高速バス). Meskipun bus ini lebih lambat dari kereta ekspres, kadang-kadang tarifnya jauh lebih murah dan merupakan pilihan sempurna jika Anda suka melihat-lihat pemandangan di luar jendela atau tidak keberatan harus tidur malam di kendaraan. Tiket bus jarak jauh harus dibeli sebelumnya; ada juga bus malam atau bus untuk tidur yang bisa dimasukkan dalam plihan Anda.

Cara naik kereta

Perjalanan dengan kereta itu mudah dan nyaman. Perusahaan-perusahaan kereta memberi nomor stasiun-stasiun mereka dan tiap jalur kereta memiliki kode warna yang berbeda. Anda mungkin akan melihat anak-anak SD bertopi kuning cerah yang naik kereta sendirian. Pengunjung yang baru pertama kali ke Jepang dengan sedikit atau tanpa keterampilan Bahasa Jepang akan dengan cepat mendapatkan kepercayaan diri untuk bisa menavigasi sistem kereta setelah satu atau dua kali naik kereta.

Membeli tiket

Jika menggunakan kartu IC—sungguh, ini adalah opsi termudah—cukup sentuhkan kartu Anda pada mesin pembaca kartu di gerbang tiket dan langsung masuk saja. Jika tidak memakai opsi ini, Anda harus membeli tiket di mesin tiket.

Anda bisa menemukan stasiun tujuan Anda dan tarif yang sesuai pada bagan yang ada di atas mesin tiket, tapi ini membutuhkan waktu dan beberapa stasiun hanya memiliki bagan dalam Bahasa Jepang.

Jika Anda tidak tahu apa yang harus Anda lakukan, ada tombol bantuan untuk meminta bantuan dari pegawai stasiun. Di beberapa stasiun, Anda mungkin menemukan tombol ini di belakang mesin penjual tiket!

Pilihan lainnya, Anda mungkin akan merasa waktu membeli tiket jauh lebih cepat jika Anda membeli tiket dengan harga termurah - Anda selalu bisa membayar kekurangan tarif di stasun tujuan Anda.

Masukkan tiket Anda ke dalam lubang di gerbang tiket. Tiket itu akan muncul kembali di ujung gerbang satunya.

Jika kartu IC Anda tidak memiliki cukup uang, Anda menyentuhkan kartu Anda terlalu cepat, atau jika tiket Anda tidak valid, alarm akan berbunyi dan gerbang tiket akan berkedip merah dan menutup. Jika Anda mengalami masalah ini, pergilah ke pintu gerbang yang ada pegawai stasiunnya untuk meminta bantuan.

Kemudian carilah peron Anda, lalu periksalah jalur dan tujuan kereta. Berdirilah di belakang garis kuning, lalu berjalanlah di garis diagonal di lantai yang berfungsi sebagai petunjuk bagaimana caranya antre di pintu kedatangan kereta. Periksalah informasi tambahan di lantai untuk mengetahui nomor gerbong, gerbong yang tempat duduknya telah direservasi, dan gerbong "Khusus Wanita" di jam sibuk.

Ketika kereta tiba, tunggulah penumpang yang di dalam keluar terlebih dahulu sebelum Anda naik. Simpanlah tas besar Anda di rak atas atau di lantai selain di lorong kereta. Selama jam-jam sibuk, para penumpang akan sangat berdesak-desakan. Sebaiknya Anda jangan menggunakan kursi prioritas kecuali jika Anda hamil, lansia, atau difabel. Berkirim pesan atau berinternetan dengan ponsel diperbolehkan, tapi mengobrol di telepon sangat tidak disukai.

Stasiun yang akan dituju dan jalur kereta yang terhubung dengan kereta yang Anda naiki akan muncul di layar elektronik atau jika tidak ada layar maka akan diumumkan. Periksalah nama stasiun yang tertera di peron. Saat tiba di stasiun yang Anda tuju, pergilah ke pintu keluar dan sentuhkan kartu IC Anda di gerbang tiket. Jika menggunakan tiket (pastikan untuk menggunakan mesin penyesuaian tarif terlebih dulu jika Anda membeli tiket dengan harga termurah dan membayar kekurangannya), lalu masukkan ke dalam lubang tiket. Tiket sekali jalan tidak akan muncul lagi, jadi langsung keluar saja.

Tips Bepergian

Mendapatkan Kartu IC

Memakai kartu IC akan menghemat banyak waktu, tidak ribet, dan Anda tidak harus berurusan dengan kantong yang penuh uang receh. Kartu IC adalah kartu isi ulang dengan saldo uang, jadi Anda tinggal mengeluarkan dan menyentuhkannya di mesin pembaca kartu untuk membayar bus, kereta, trem, bahkan juga bisa digunakan di mesin penjual otomatis, toserba, waralaba restoran cepat saji, restoran, dan toko. Di beberapa daerah, Anda akan memperoleh sedikit diskon saat menggunakan kartu IC.

Kartu IC tersedia di stasiun-stasiun kereta. Untuk mendapatkannya Anda perlu membayar uang deposit sebesar ¥500 dan uang setoran awal. Di akhir perjalanan Anda di Jepang, Anda bisa mengembalikan kartu IC tersebut di stasiun kereta manapun dan mendapatkan uang deposit ¥500 Anda kembali.

Ada sepuluh kartu IC utama dan valid di sebagian besar kota-kota besar Jepang: Tokyo, Osaka, Kyoto, Nagoya, dan Fukuoka. Di Tokyo Raya, kartu IC yang paling umum digunakan adalah Suica (disediakan oleh JR) dan PASMO. Setiap wilayah memiliki kartu prabayar mereka sendiri, namun semua kartu tersebut memilki fungsi dan cara kerja yang sama dan bisa digunakan di mana saja. Satu-satunya hal yang perlu diingat adalah jika Anda ingin mendapatkan setoran ¥500 Anda di akhir perjalanan, Anda harus mengembalikan kartu IC di wilayah tempat Anda mendapatkannya.

Dengan kartu IC, Anda bisa pergi ke mesin tiket dan mencetak tanda terima yang merinci semua stasiun yang Anda gunakan serta biayanya, sesuatu yang mungkin ingin Anda lakukan untuk mengingat perjalanan Anda.

Memahami sistem dan mengetahui pilihan alternatif

Meskipun mungkin sepenuhnya tampak jelas kalau subway berjalan di bawah tanah dan kereta biasa berjalan di atas tanah, hal ini terkadang bisa membingungkan bila yang tadinya adalah jalur kereta bawah tanah kemudian berubah menjadi jalur kereta yang berbeda (misalnya Jalur Tokyo Metro Yurakucho akhirnya menjadi Jalur Seibu Ikebukuro, dan sebaliknya). Ketika Anda menggunakan kereta yang dikelola oleh perusahaan yang berbeda, Anda dikenakan biaya terpisah, yang secara otomatis dihitung pada saat Anda keluar. Ini kadang-kadang membuat tarif untuk melakukan perjalanan 2 hingga 3 pemberhentian dengan dua perusahaan kereta berbeda lebih mahal daripada jika bepergian 4 atau lebih pemberhentian dengan perusahaan yang sama.

Perlu diketahui pula kalau jarak pada peta kereta tidak akurat. Di beberapa daerah, lebih baik jika Anda berjalan kaki sebentar sembari menikmati pemandangan daripada mencoba menavigasi kereta bawah tanah (contohnya, area istana yang menawan di daerah Marunouchi sangat layak Anda kunjungi dengan berjalan kaki cukup lama di atas permukaan tanah).

Stasiun berfungsi untuk mengakomodasi para penumpang kereta, tapi juga perlu diketahui kalau beberapa stasiun lebih populer daripada stasiun yang lain. Karena itu tidak semua kereta berhenti di semua stasiun. Jika Anda tidak ingin menghabiskan banyak waktu bepergian, Anda harus memperhatikan dan memastikan Anda berada di kereta yang akan berhenti di stasiun Anda. Tidak ada yang lebih mengecewakan daripada melihat stasiun Anda terlewat karena Anda menggunakan jenis kereta yang salah dan harus berganti kereta untuk kembali ke stasiun tersebut.

Kereta lokal (local, 普通) berhenti di setiap stasiun dan waktu tempuhnya paling lama; gunakan strategi untuk naik kereta ini. Kereta cepat (rapid, 快速) tidak berhenti di beberapa stasiun. Kereta ekspres (express, 急行) berhenti di stasiun yang lebih sedikit lagi dari kereta cepat. Umumnya, kereta cepat dan kereta ekspres tidak dikenakan biaya tambahan. Kereta Ekspres Terbatas (Limited Express, 特急) adalah kereta tercepat karena hanya berhenti di stasiun-stasiun besar, tapi biasanya ada biaya ekspres terbatas tambahan di samping tarif reguler. Lihatlah grafik yang ada di peron untuk melihat stasiun mana yang dilayani oleh jenis kereta apa. Dalam merencanakan perjalanan Anda, Anda mungkin ingin naik kereta cepat ke stasiun utama dan kemudian pindah ke kereta lokal untuk mencapai tujuan Anda.

Shinkansen, atau kereta peluru, adalah kereta tercepat yang tersedia, kecepatannya mencapai hingga 320 kilometer per jam. Dioperasikan oleh JR, kereta berkecepatan tinggi ini menghubungkan pulau-pulau utama Jepang dan kota-kota utamanya. Biaya tambahan shinkansen akan ditambahkan ke tarif dasar, di samping biaya yang perlu Anda bayar untuk tempat duduk khusus yang Anda pilih. Membeli tiket shinkansen itu mudah. Mesin tiket memiliki instruksi dalam berbagai bahasa dan akan memandu Anda langkah demi langkah. Anda memiliki opsi membayar dengan uang tunai, kartu kredit, atau kartu IC. Jika Anda memiliki Japan Rail Pass, shinkansen menjadi pilihan yang sangat efektif untuk bepergian di Jepang.

Hyperdia adalah situs berbahasa Inggris yang membantu Anda memetakan rute Anda dan membandingkan tarif. Situs ini sangat populer di kalangan wisatawan, berkat layanan pelanggan dalam Bahasa Inggris dan opsi pencarian yang fleksibel.

Fasilitas yang bisa Anda temukan di stasiun kereta

Kebanyakan toilet bisa ditemukan di area berbayar stasiun kereta, jadi jika merasa ingin pergi ke toilet, pastikan Anda ke sini sebelum keluar dari gerbang tiket. Jangan menggunakan toilet multiguna kecuali jika diperlukan, untuk menghindari rasa malu ketika Anda bertemu dengan difabel yang menunggu saat Anda keluar toilet.

Minum di air mancur peron dulu umum dilakukan. Namun, beberapa tahun terakhir pengelola stasiun telah mengganti air mancur dengan mesin penjual minuman yang lebih menguntungkan.

Ketika sampai di stasiun tujuan Anda, periksalah panduan keluar dan peta yang dipasang di dinding. Pintu keluar yang salah dapat membawa Anda ke arah yang berlawanan dari tempat yang ingin Anda tuju. Di panduan keluar biasanya ada daftar tujuan populer di pintu keluar terdekat dan area sekitar. Stasiun biasanya memiliki kios informasi tempat Anda dapat mengambil brosur dan peta daerah setempat.