Desa Higashishirakawa

Keluarga, Keyakinan, Rasa, dan Fantasi

Oleh Justin Dart   

Hello! Selamat datang di Higashishirakawa.

Hanya tersisa dua desa di perfektur Gifu; desa Shirakawa-go dan Higashishirakawa. Kedua desa memilliki kesamaan dalam nama Shirakawa dan kata “higashi” yang berarti “timur” akan tetapi keduanya merupakan komunitas yang berbeda dan berjauhan.

Desa Higashishirakawa adalah desa menarik yang berada di pusat timur Gifu dengan penduduk berjumlah 2500 tersebar di beberapa bagian lembah curam yang mengelilingi sungai Shirakawa dan berlokasi antara Gero, Nakatsugawa, Ena dan Shirakawa-cho. Tidak memiliki jalan raya besar dan sering kali diabaikan oleh orang-orang yang mengunjunginya, akan tetapi Anda akan disambut dengan penuh keramahan, kebaikan hati dan tradisi yang berasal dari makanan enak hingga dialek lokal yang terjaga melewati berbagai generasi.

Sungai Shirakawa bermula dari desa tetangga Kashimo (Nakatsugawa) akan tetapi di Higashishirakawa tidak ada kontrol atau pengaturan sehingga menciptakan kondisi sempurna untuk Ayu (ikan sungai trot). Walaupun tidak menarik banyak turis dari seluruh penjuru dunia, bagi para pemancing, sungai ini menyediakan beberapa pengalaman memancing seperti di seluruh Jepang. Dari gemuruh seperti aliran air putih di Oppara hingga air tenang Kando dan kembali ke arus sempit di Goka, menyediakan berbagai kondisi bagi setiap pemancing.

Seperti Nakatsugawa, Higashishirakawa berada di bawah kuasa Shogun Naegi sehingga hanya dapat melakukan praktik Shinto. Hal ini tetap terjadi hingga saat ini. Terdapat beberapa kuil Shinto di seluruh desa dengan Kando terbesar berlokasi dekat aula desa. Para penduduk merupakan pengikut setia agama tersebut dan banyak kaum muda tidak begitu paham terhadap praktik Buhda, agama besar lain di Jepang.

Walaupun desa ini adalah tempat penuh keyakinan, penduduk desa tetaplah penduduk bumi. Barisan teh lebat di tempat terbuka dan sisi bukit bertingkat. Hinoki, pohon cemara Jepang, yang dipelihara menyelimuti pegunungan dengan titik-titik pohon yang berguguran mengisi area yang telah dibersihkan. Sayur-sayuran yang tumbuh karena tanah terbaik menghasilkan wortel yang renyah serta timur dan tomat yang mengandung banyak air.

Terdapat satu acara yang membuat Higashishirakawa terkenal; festival Tsuchinoko. Tsuchinoko adalah hewan mistik yang terlihat seperti ular gemuk kecil. Sementara di seluruh Jepang terdapat beberapa komunitas yang menyatakan bahwa mereka adalah rumah bagi Tsuchinoko, akan tetapi akar dari mistis ini dapat dilacak hingga Higashishirakawa; “pusat Gifu”. Desa memberikan hadiah sebesar 1,230,000 yen (dinaikan hingga 10,000 yen tiap tahunnya) bagi siapapun yang dapat menangkap Tsuchinoko. Sehingga setiap tahun pada saat festival, ratusan orang mendaki melewati hutan mencari binatang buas ini. Mungkin Anda tidak mempercayai hal ini akan tetapi desa Higashisikawa dinyatakan sebagai tempat dengan saksi mata melihat Tshucinoko paling banyak di seluruh Jepang.

Dengan banyak pilihan tempat menginap, festival menyenangkan, kegiatan memancing dan banyak aktivitas tempat terbuka, Higashishirakawa adalah tempat bagi keluarga, keyakinan, dan fantasi.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Dian Retno Mayang Sari

Dian Retno Mayang Sari @dian.retno.mayang.sari

My 2nd home country is my-yasashi-yokoso Japan!

Artikel asli oleh Justin Dart

Tinggalkan komentar