Perbedaan Kuil Budha & Kuil Shinto

Informasi ketika mengeksplore ratusan kuil di jepang

Oleh Fransiska Ken   28 Jul 2015

Saat berwisata ke kota-kota Kuno di Jepang seperti Kyoto, Nara atau Kamakura yang menjadi daya tarik utama disana adalah mengunjungi kuil-kuilnya yang bisa berjumlah ratusan. Ukurannya beragam mulai dari yang besar sampai yang kecil. Yang membuat bingung pertama kali adalah mereka memberi nama Temple atau Shrine untuk suatu destinasi padahal sekilas penampakannya mirip. Berbekal rasa penasaran saya mencari tahu cara mudah untuk membedakan kedua tempat tersebut.

Pertama, harap diketahui bahwa di Jepang hanya ada dua macam kuil yaitu kuil Budha dan Shinto. Yang paling mudah adalah segi nama. Kuil Shinto biasanya diberi tambahan “Jingua” atau “Jinja”. Misalnya Yasaka Jinja Shrine. Sedangkan untuk kuil Budha biasanya diberi tambahan “ji” misalnya Jingoji Temple.

Selain nama, yang paling mudah adalah dari segi arsitektural dan ciri-ciri bangunan. Pada setiap kuil Shinto di gerbang utama (tori) berwarna merah menyala atau hitam), di area pintu masuk diletakan patung Dewa penjaga yang wujudnya bisa anjing, singa atau rubah, terdapat tempat untuk menyucikan diri ( Temizuya), bangunan utamanya terdiri dari hall utama (honden) dan hall permohonan (haiden) yang terpisah atau bisa juga disatukan dan terdapat panggung untuk menampilkan pertunjukan tari.

Untuk kuil Buddha pintu gerbangnya memiliki gaya arsitektur yang dipengaruhi oleh arsitektur China dan jumlahnya bisa lebih dari satu tergantung banyaknya zona untuk mencapai area kuil utama. Terdapat tempat untuk membakar dupa atau yang disebut Onseko. Terdapat Pagoda yang tingginya bisa tiga tingkat atau lima tingkat. Kuil Buddha juga memiliki hall utama yang disebut Kondo

Namun tidak semudah itu juga langsungbisa mengenali ini kuil Budha atau Shinto karena sejak kedua kepercayaan itu saling mendukung, satu sama lain saling mengadopsi budaya masing-masing atau terjadi akulturasi. Misalnya bisa juga banyak dijumpai Ema, plakat papan doa yang digantung, di kuil Budha meskipun itu adalah tradisi Shinto. Banyak juga dijumpai ada kuil Shinto didalam kuil Budha dan sebaliknyanya.

Pada dasarnya mengapa kita setidaknya tahu perbedaan keduanya adalah untuk mengetahui etika ketika memasuki sebuah kuil. Walaupun tidak ada keharusan untuk melakukan namun tidak ada salahnya untuk menghormati. Di kuil Shinto, sebelum masuk ke area kuil melalui tori kita membersihkan diri dulu di temizuya. Jika ingin berdoa di depan altar, kita masukan koin ke dalam kotak di depan altar lalu menggoyangkan lonceng. Namun di kuil Budha kita tidak perlu membunyikan lonceng karena biasanya hanya dibunyikan pada saat tertentu. Di Kuil Budha juga kita bisa ikut membakar dupa sebelum mulai berdoa.

Selamat mengeksplor!

Ditulis oleh Fransiska Ken
JapanTravel Member

Tinggalkan komentar