DanShaRi

Seni berbenah dari Jepang

Oleh Permata Dian   

Merasa penat berada di rumah sebab Anda turut mengikuti anjuran #DiRumahAja untuk mencegah menyebarnya Covid-19? Bagaimana kalau Anda mencoba Danshari di rumah?

Saat saya menyebut kata DanShaRi mungkin Anda merasa asing mendengarnya. Tapi saat saya menyebut KonMari sebagian besar dari Anda pasti sudah familiar, sebab buku 'The Life-Changing Magic of Tidying Up' versi Bahasa Indonesia banyak dijual di Indonesia. Konmari adalah metode berbenah yang diperkenalkan oleh KonMari (Kondo Marie). Namun, jauh sebelum orang-orang di berbagai belahan dunia menjadikan Kondo Marie sebagai guru dalam berbenah rumah ataupun kantor mereka dengan metode Konmari, orang Jepang mengenal metode berbenah bernama Danshari.

Konsep berbenah Danshari terbagi menjadi 3 bagian:

  • 断 (dan – menolak): Ini adalah fase pertama danshari yang dilakukan sebelum Anda memiliki barang yang perlu Anda bereskan. Sering kali jika kita melihat berbagai promo menarik saat pergi ke mall atau pusat perbelanjaan lain, tanpa sadar kita membeli berbagai barang yang tidak kita rencanakan untuk membelinya atau berakhir membeli barang yang tidak pernah kita pakai sama sekali. Jika Anda pernah mengalami hal tersebut maka Anda harus menerapkan 断 (dan) ini saat Anda berbelanja. Anda harus bertanya pada diri Anda, "Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?". Mungkin saat bertanya itu pada diri Anda, iming-iming diskon akan membuat Anda berada dalam dilema, tapi coba pikir apa gunanya barang diskon yang hanya akan Anda onggokkan saja di sudut-sudut atau kolong-kolong rumah Anda. Bukankah uang yang akan Anda gunakan untuk membeli barang tersebut bisa Anda gunakan untuk keperluan yang lain? Apalagi pandemi Covid-19 membuat situasi sekarang serba tidak menentu.
  • 捨 (sha – membuang): Di bagian ini Anda membuang barang-barang yang tidak Anda perlukan. Jika Anda juga mengalami kesulitan untuk menentukan barang mana yang ingin Anda buang dan mana yang ingin Anda simpan, Anda bisa menerapkan metode Konmari di sini. Pertama, Anda harus mengumpulkan barang-barang sejenis dalam satu tempat, contohnya baju. Setelah mengumpulkan semua baju, Anda harus memegang tiap baju untuk merasakan apakah baju tersebut menimbulkan kebahagiaan dalam diri Anda saat Anda memegangnya. Jika Anda merasa bahagia maka Anda bisa meletakkan baju itu di bagian baju yang ingin Anda simpan. Tapi jika tidak, Anda harus meletakkannya di bagian baju yang akan dibuang. Setelah Anda menyortir semua baju, Anda bisa mulai menata baju-baju yang ingin Anda simpan. Setelah selesai menata baju Anda bisa berganti ke objek lain misalnya tas, lalu alas kaki, lalu buku, dan seterusnya. Memang, waktu yang diperlukan untuk melakukan 捨 (sha) ini cukup lama, mungin bisa beberapa hari atau mungkin satu minggu lebih, tapi Anda tidak perlu terburu-buru dalam melakukannya karena bisa membuat Anda malah merasa stress. Tujuan dari berbenah adalah menata kembali rumah agar Anda merasa betah dan nyaman. Lakukan semuanya satu per satu, sehingga Anda akan lebih mudah menata barang-barang dan rumah Anda tidak terlalu berantakan.
  • (ri – berlepas diri): Di sini Anda berlepas diri dari keinginan Anda untuk memiliki berbagai benda-benda yang tidak benar-benar Anda butuhkan dalam hidup Anda dan mensyukuri apa yang sudah Anda miliki. Meskipun bagian ini mungkin butuh waktu yang lebih lama dari dua bagian sebelumnya. Tapi jika berhasil menerapkannya, Anda tidak perlu sering berbenah besar-besaran karena hidup dan rumah Anda sudah terorganisir. Anda juga sudah bisa berlepas dari keinginan Anda untuk membeli barang-barang diskon saat Anda berkunjung ke pusat perbelanjaan.

Yang menarik dari proses berbenah ini adalah Anda bisa mengenal diri Anda lebih dalam, seperti yang dijelaskan di bagian 捨 (sha) saat memilah barang Anda menentukan barang mana yang membuat Anda merasa bahagia. Selain itu, Anda juga bisa menemukan berbagai barang penuh kenangan yang bahkan Anda sudah lupa pernah memilikinya. Berbenah ala Jepang khususnya metode Konmari sekarang ini sangat populer di negara-negara barat dan banyak orang di berbagai negara memilih berbenah rumah untuk mengisi waktu karantina agar mereka merasa lebih betah di rumah.

Bagaimana? Anda tertarik untuk ikut tren berbenah rumah dengan metode berbenah ala Jepang? Apalagi sekarang ini kita memasuki bulan Ramadhan, meskipun sudah ditetapkan kalau mudik dilarang, tidak ada salahnya jika Anda berbenah rumah untuk menyambut hari yang fitri dengan hati dan rumah yang bersih!

Setelah Melakukan Danshari

Jika barang yang ingin Anda buang sudah terkumpulm sebaiknya jangan benar-benar dibuang karena Anda bisa menjual barang-barang yang kondisinya masih baik. Setelah berjuang berhari-hari menata hidup Anda kembali, sebagai bonus Anda bisa memperoleh uang. Kalau Anda tidak ingin menjualnya, Anda masih bisa mendonasikannya. Siapa tahu ada orang yang benar-benar membutuhkan dan akan menggunakan barang-barang tersebut, tentunya tidak ada yang berakhir sia-sia bukan.

Kalau dilihat lebih jauh lagi, saat masa pandemi telah berakhir dan Anda ternyata punya rencana pergi ke Jepang, tentunya proses berbenah ini akan membawa berbagai perubahan positif pada diri Anda. Salah satunya, Anda jadi bisa lebih berhemat karena telah berhasil 'menolak' banyak promo belanja melalui konsep 断 (dan). Uang itu pun bisa Anda gunakan untuk merasakan berbagai pengalaman yang belum pernah Anda coba sebelumnya, seperti berkeliling Tokyo dengan sepeda mungkin. Selain itu, jika Anda pulang dari Jepang dalam keadaan capek, tentunya saat sampai di rumah Anda bisa beristirahat di rumah Anda yang rapi dan sangat mencerminkan diri Anda dengan nyaman.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Permata Dian

Permata Dian @permata.dian

I've been in love with everything related to Japan since I was child. 

Tinggalkan komentar