Berkemah di Sekitar Tokyo

Sewa campervan kemudian jelajahil Nikko dan Kanto Utara

Oleh Masayoshi Nageishi   

Jika perjalanan Anda dimulai dari Tokyo atau Narita Airport, kenapa tidak mencoba kebebasan bertualang dengan campervan untuk menjelejahi keindahan alam Jepang bersama keluarga dan kerabat terdekat. Ada banyak pilihan destinasi terkenal di sekitar Tokyo, tapi saya pribadi sangat merekomendasikan daerah Kanto Utara dan Nikko di Perfektur Tochigi. Nikko sendiri telah didaftarkan menjadi situs warisan budaya dunia dan juga merupakan salah satu destinasi luar ruangan yang sangat terkenal di Jepang. Tentu saja menjadikannya sebuah destinasi yang sangat tepat untuk berkemah. 

Ada banyak tempat di daerah Kanto Utara yang layak dikunjungi, maka dari itu di sini saya juga akan memberikan contoh itinerary yang bisa dijadikan rujukan. Petualangan ini berjalan melewati Perfektur Tochigi dan Gunma. Saran saya, cobalah berkendara ke Nikko Toshogu dan air terjun Kegon yang letaknya dekat dengan danau Chuzenji untuk mendapatkan pemandangan spektakuler di hari pertama perjalanan. Nikko Toshogu memiliki sebuah mausoleum kuno yang dibangun untuk mengenang pahlawan Jepang yang sangat terkenal, yaitu Ieyasu Tokugawa. Terdapat begitu banyak bangunan menarik di Nikko Toshogu. Air terjun Kegon tercatat sebagai salah satu dari tiga air terjun paling terkenal di Jepang, jadi jelas sudah tempat ini tidak boleh sampai terlewatkan. Air terjunnya berketinggian hingga 97 meter dari danau Chuzenji. Agar mudah dijangkau, berkemahlah di perkemahan Shobugahama di danau Chuzenji. Menelusuri danau atau sekedar beristirahat di sekitarnya juga bisa jadi kegiatan menyenangkan untuk menghabiskan waktu.

Di hari kedua, saya menyarankan ke Senjogahara. Nama Senjogahara sendiri berasal dari dewa perang yang medan pertempurannya berada di daerah yang dulunya merupakan rawa-rawa ini. Kini, area ini memiliki banyak jalur yang digunakan untuk pendakian sehingga para wisatawan dapat bepergian dengan mudah di daerah berawa ini. Area ini juga sangat terkenal dengan ragam tumbuhan sayur mayur serta banyaknya populasi hewan yang hidup. Para pengunjung dapat merasakan langsung energi kehidupan di daerah Nikko. 

Lanjut ke hari ketiga, saya menyarankan untuk berkendara mendekati pegunungan Akagi. Pegununang di area ini dikenal dengan keindahan danau Onuma yang bertempat di puncak gunung. Ada juga kuil Akagi yang terletak di dekat danau. Kuil ini merupakan rumah bagi Akagi-hime, yaitu dewi danau. Konon katanya, Akagi-hime akan mengabulkan permohonan dari para pengunjung wanita yang datang. 

Itinerary

Hari 1 

Tokyo (atau Narita International Airport)

↓ 1 jam

Sewa campervan di Fuji Cars Japan Kashiwa cabang Kashiwa

↓ 2 jam and 20 menit

Nikko Toshogu

↓ 30 menit

Air terjun Kegon

↓ 30 menit

Perkemahan Shobugahama (menginap semalam)

Hari 2

Shobugahama campsite (menginap semalam)

↓ 15 menit

Senjogahara

↓ 10 menit

Yudaki

↓ 1 jam dan 30 menit

Perkemahan pegunungan Akagi (menginap semalam)

Day 3

Perkemahan pegunungan Akagi (menginap semalam)

↓ 30 menit

Maebashi

↓ 2 jam dan 30 menit

Mengembalikan campervan ke Fuji Cars Japan cabang Kashiwa

↓ 1 jam

Tokyo (atau Narita International Airport)

Harga

Van

  • 3 hari: ¥53,500
  • 5 hari: ¥87,100
  • 7 hari: ¥120,700

Truk

  • 3 hari: ¥80,200
  • 5 hari: ¥131,500
  • 7 hari: ¥182,900

Harga Saat High Season

  • Sabtu and dan hari libur: +¥5,000 per day
  • High season: +¥3,000 per day
  • *High season: 29 April – 10 Mei, Juli dan Agustus

Normal set (sudah termasuk biaya sewa)

Perlengkapan dapur, kursi luar, perlengkapan meja dan kursi, lentera and senter, kotak pendingin, biaya binatu, dan jaminan pembebasan.

Opsi

  • Penjemputan: sekali jalan ¥7,000
  • Perlengkapan tidur: ¥5,500 per orang
  • *Bedding set includes: a set of Japanese quilts and mattresses, blanket, sheet.

***Booking***

Untuk informasi penyewaan campervan, silakan email camp@japantravel.com

Apakah artikel ini bermanfaat?

Rekomendasikan perubahan

0
0
Khoirunnisa Wirdaningrum

Khoirunnisa Wirdaningrum @khoirunnisa.wirdaningrum

A little living wanderer wandering around one place to another.

Artikel asli oleh Masayoshi Nageishi

Tinggalkan komentar