Terhadang Salju di Matsumoto

Menyusuri jalanan yang memutih dan licin

Bermaksud hanya singgah sebentar, akhirnya saya bermalam di Matsumoto. Hal ini dikarenakan hujan salju yang tidak berhenti pada malam sebelumnya menyebabkan tertutupnya akses jalan di beberapa wilayah, termasuk Matsumoto. Tidak ada pilihan lain buat saya selain menunggu bus beroperasi sambil mencoba menikmati keindahan kota ini di musim dingin.

Hanya dengan bermodalkan peta yang diambil di bagian Informasi di Stasiun Matsumoto, saya sengaja berjalan kaki menyusuri tempat-tempat yang menjadi daya tarik kota ini. Semua bisa dijangkau dengan berjalan kaki, ternyata, tapi ya itu, harus berhati-hati ! Selama salju turun, semua jalanan licin berlapis salju.

Kastil Matsumoto

Inilah yang menjadi alasan saya berkunjung ke Matsumoto. Kastil ini sangat terkenal karena merupakan salah satu kastil yang masih mempertahankan bentuk aslinya. Kayu berwarna hitam sangat mendominasi bangunan kastil, sehingga terlihat kontras ketika atapnya memutih karena tertutup salju.

Posisi kastil yang berdiri tepat di pinggir sungai yang mengelilinginya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer, karena siang itu saya melihat banyak orang yang betah berlama-lama berdiri di pinggir sungai sambil mengatur lensa kameranya ke arah bangunan yang memiliki atap bertingkat-tingkat tersebut. Salju yang menutupi hampir semua halaman kastil tidak mengurangi niat wisatawan, maupun warga lokal untuk berada di sini, walaupun tidak masuk ke dalam kastil.

Nakamichi

Tidak jauh dari Kastil Kumamoto, ada satu kawasan yang warna bangunannya didominasi hitam dan putih. Bangunan-bangunan yang berderet di Jalan Nakamichi ini katanya merupakan bangunan lama yang sengaja dilestarikan. Bangunan-bangunan tersebut bukanlah rumah-rumah bergaya Jepang yang terbuat dari kayu, melainkan bangunan semen yang kebanyakan merupakan restoran dan toko-toko yang menjual makanan, pakaian dan pernak-pernik.

Matsumoto City museum of Art

Karya seni berupa bunga berwarna-warni terbuat dari kaca yang ada di halaman museum ini sangat menarik minat saya untuk melihatnya dari dekat. Karya Yayoi Kusama dengan tema 'The Visionary Flowers' ini memang sanggup menahan saya untuk memandangnya berlama-lama dan mengambil banyak photo di sini. Sayangnya, saya berkunjung pada hari Senin, yang berarti musem tutup, padahal ada banyak karya serupa di dalam museum.

Dari sekian banyak tempat-tempat wisata yang ada, saya menghabiskan banyak waktu di ketiga tempat di atas karena. Sebenarnya masih ada beberapa tempat yang saya datangi secara sekilas, seperti kuil dan museum. Setelah itu, saya menikmati sisa hari dengan berjalan-jalan tanpa tujuan jelas hanya ingin melihat-lihat dan menikmati suasana kota yang berlangganan salju setiap musim dingin ini.

Bagi JapanTraveler yang berkesempatan ke Matsumoto, tidak perlu khawatir tersesat, karena semua papan petunjuk jalan menuju tempat-tempat wisata yang ada sangatlah jelas, dan tersedia di beberapa persimpangan. Selain itu, semuanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

0
0
Apakah artikel ini bermanfaat?
Help us improve the site
Give Feedback

Tinggalkan komentar

Thank you for your support!

Your feedback has been sent.