Photo: Benny Marty / Shutterstock.com

Nov 16, 2015 - 2 min read

Prefektur Nara

Prefektur Nara

Dian Retno Mayang Sari

By

Community writer

Nara merupakan tempat ibukota asli di Jepang, sebagai ibukota pertama di Asuka sebelah selatan prefektur, kemudian dipindah ke Heijo pada permulaan abad ke-delapan, sekitar 718 masehi. Banyak peninggalan kuno dan arkeologis ditemukan dan hingga sekarang masih sering ditemukan.

Nara tidak terlalu populer dibandingkan dengan kota sibuk Kyoto, akan tetapi dengan caranya sendiri yang bersahaja seperti sepupu pendiam memperlakukan tetangganya yang suka berteman. Kebanyakan turis datang mengunjungi prefektur Nara dalam sehari atau dua hari setelah melihat Kyoto akan tetapi terdapat banyak hal untuk dilakukan di Nara karena merupakan salah satu prefektur besar penuh dengan kuil dan sejarah. Memiliki sejarah panjang dan ternama dengan beberapa bangunan tertua di Jepang berlokasi di Nara, termasuk Todaiji, yang merupakan bangunan kayu terbesar di dunia dan situs warisan dunia. Nara terkenal dengan taman dan beberapa ratus rusa yang berlarian bebas di sini.

Nara dapat ditempuh menggunakan jalur kereta Kintetsu berangkat dari stasiun Kintetsu Nanba ke stasiun Nara atau dengan jalur JR atau JR Nara dari Kyoto di Kintetsu Kyoto. Kintetsu Nara dan stasiun JR Nara berada dalam saling berdekatan satu sama lain dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Dari bandara Kansai internasional (KIX) bis limosin langsung mengarah ke JR dan stasiun Kintetsu Nara, berhenti di dua stasiun dimana seseorang dapat mengambil bis sambungan ke hotel. Semuanya berada dalam jarak dekat dengan stasiun. Perjalanan bis limosin dari KIX memakan waktu sekitar 90 menit. Kereta jalur pribadi juga menghubungkan Nara ke Nagoya, dan Kyoto begitu juga dengan Osaka.

0

Was this article helpful?

Help us improve the site

Photo: <a href="https://www.shutterstock.com/image-photo/wild-deer-nara-park-japan-symbol-1214077156" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Benny Marty</a> / Shutterstock.com
Photo: <a href="https://www.shutterstock.com/ja/image-photo/deer-todaiji-temple-nara-japan-1089529319" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">f11photo</a> / Shutterstock.com
Isui-en garden (Photo: <a href="https://flickr.com/photos/ttshr1970/49043059767" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Tetsuhiro Terada</a> / <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">CC BY 2.0</a>)
Photo: <a href="https://en.japantravel.com/nara/a-walk-through-nara-park/14220" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Stefanus Husin</a> / JT
Photo: <a href="https://www.flickr.com/photos/lejade/2586458721/" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">Olivier Lejade</a> / <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow">CC BY-SA 2.0</a>
Gallery image
+3

Informasi

Static map of (34.6853345, 135.8327421)

Artikel Teratas

Direkomendasikan
Populer