Souveniers for no one (Photo: Matthew Shewchuk)

Dec 10, 2015 - 1 min read

Minakami Haikyo

Menjelajah yang terlupakan

Reyzi Enditya

By

Community writer

Hidup di pegunungan, ketika cuaca buruk pilihan Anda terbatas untuk menonton film dan minum-minum, setidaknya itulah yang saya pikirkan. Sampai saya diperkenalkan dengan hobi Jepang Haikyo. Haikyo (廃 墟) adalah kata yang berarti reruntuhan dalam bahasa Jepang. Kata ini juga menjelaskan sebuah hobi yang dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Eksplorasi Perkotaan. Jadi pada hari yang kurang menyenangkan pada bulan September, dipersenjatai dengan beberapa celana panjang dan sepatu bot kokoh saya dan teman berangkat untuk menjelajahi beberapa harta Minakami yang hilang. Seperti banyak kota di Jepang, sering kali pemilik yang tidak mampu membayar pajak kota memilih untuk meninggalkan kota daripada membayar pajak. Sering kali mereka meninggalkan barang-barang secara tergesa-gesa hingga semuanya masih di tempat normalnya. Lain waktu cuaca dan alam dapat tertawa terakhir.

0

Was this article helpful?

Help us improve the site

Souveniers for no one (Photo: Matthew Shewchuk)
Time seems to stand still (Photo: Matthew Shewchuk)
Looking as clean as the day it was left (Photo: Matthew Shewchuk)
Not so tidy in here (Photo: Matthew Shewchuk)
Nature starting to reclaim (Photo: Matthew Shewchuk)
Minakami Ski Jump, one of the first two season ski jumps in the world (Photo: Matthew Shewchuk)
+2

Informasi

Static map of (36.77782326343, 138.96434783936)

Artikel Teratas

Direkomendasikan
Populer