Saat musim panas di Jepang biasanya banyak terdapat festival (matsuri). Kita tentu ingin pergi dan menikmati juga berbagai spot penting di sini. Cuaca di siang hari saat musim panas bisa menjadi sangat panas dan lembap. Namun tentu cuaca panas bukan hambatan jika Anda mempersiapkan ‘bekal’ serta waktu yang tepat untuk menghadapinya.

Jalan-jalan tetap akan menyenangkan jika kita memperhatikan serta mempersiapkan hal-hal berikut ini.

1. Sesuaikan itinerary dengan suhu udara

Saat membuat jadwal liburan, sebaiknya Anda memanfaatkan pagi dan sore hari untuk berjalan-jalan ke tempat terbuka, seperti taman, pasar, atau laut. Anda bisa membeli makanan di convenient store untuk kemudian menikmatinya di taman yang banyak sekali tersebar di area publik di Jepang.

Berkunjung ke taman atau pasar tradisional terdekat untuk menikmati suasana dan mengenal penduduk setempat dari dekat tentu menyenangkan. Mengamati interaksi warga lokal dan menyerap atmosfer berbeda dari keseharian kita.

Di siang hari matahari bisa bersinar begitu terik. Ini saatnya jika Anda ingin berkunjung ke museum atau mal. Sebelum datang, sebaiknya cek dulu jadwal tempat yang ingin dituju. Terkadang beberapa museum tutup sementara untuk renovasi, dan ada pula yang tutup pada hari Senin.

Cek juga apakah ada potongan harga dari buku-buku panduan yang biasanya disediakan di bandara. Mengambil brosur saat tiba di bandara adalah pilihan tepat karena di sana banyak informasi lengkap untuk berbagai bahasa.

2. Membawa payung

Payung adalah benda wajib yang harus dibawa saat jalan-jalan. Kita tidak tahu apakah hari akan panas atau hujan, dan ramalan cuaca bisa saja meleset. Bawa payung lipat yang handy dan ringan. Belum punya? Jepang adalah surga payung yang terkenal ringan, kuat plus punya desain yang unik dan lucu. Jika Anda berpikir untuk membeli sesampai di Jepang, keputusan Anda tepat.

3. Memakai topi

Pilih topi bertepi lebar. Ini berguna jika Anda senang mengambil foto dengan kamera saat jalan-jalan. Tangan tidak perlu repot dengan memegang payung dan Anda tidak kepanasan.

4. Mengoleskan tabir surya

Jika wajah dan kulit tidak dilindungi dari sinar ultraviolet bisa berakibat muncul bintik-bintik hitam di wajah dan kulit menjadi merah, pedih terbakar. Tentu ini tidak menyenangkan dan bisa mengganggu liburan, bukan? Pilih tabir surya oil-free sehingga tidak menimbulkan rasa lengket atau membuat wajah mengilap saat berkeringat, dengan SPF minimal 30.

5. Menggunakan sepatu nyaman

Di Jepang, orang terbiasa dengan naik kereta dan berjalan kaki. Terutama karena tempat-tempat wisata mudah dicapai dengan dua cara tersebut. Gunakanlah sepatu yang ringan dan berbahan lentur mengikuti gerak kaki, jadi Anda dapat berjalan jauh dan lama tanpa tersiksa karena kaki yang lecet. Sepatu berpori sangat disarankan karena akan membantu kaki ‘bernapas’ sehingga hawa panas dan keringat tidak terperangkap dalam sepatu.

6. Selalu membawa kacamata hitam

Saat ini beragam kacamata hitam ditawarkan di toko. Pilih kacamata hitam yang memiliki UV Protector atau pelindung sinar UV. Gunanya tentu agar mata bisa tetap dingin saat menikmati pemandangan dan terlindungi dari bahaya paparan sinar matahari langsung.

7. Hanya membawa baju katun

Bahan katun banyak direkomendasikan karena kemampuannya menyerap keringat. Pilih yang 100% katun. Karena saat basah, serat katun akan cepat mengering saat terkena angin.

8. Kipas angin mini.

Gunakan saat menunggu bus atau kereta di stasiun. Cukup efektif untuk menghalau hawa panas, tanpa perlu repot kipas-kipas. Jangan lupa membawa baterai cadangan ya?

Selamat berlibur dan menikmati matahari musim panas di Jepang!