Pengalaman Airbnb di Kyoto

Akomodasi yang lebih murah namun nyaman di Kyoto

 Oleh Corinna David   18 Jul 2016

Saya cinta Kyoto. Bersama teman-teman, saya pergi ke sana dua tahun yang lalu dan kami sangat menyukai budayanya dan belajar banyak tentang sejarah dan tradisi Jepang. Perjalanan itu menjadi pengalaman tradisi Jepang yang begitu kaya dengan perpaduan tradisi lama dan baru.

Kami adalah empat backpacker dari Manila, Filipina yang bepergian ke sana ke mari. Kami berencana untuk mencari tempat menginap lewat www.airbnb.com demi "menyicipi" gaya hidup orang Jepang yang sesungguhnya.

Pertama-tama, kami menginap di Sim's Guesthouse, di mana sekarang disebut dengan Guesthouse Soi (http://guesthousesoi.com/). Kami memiliki pengalaman yang luar biasa di penginapan itu. Tempatnya sungguh nyaman meski cukup sulit untuk ditemukan karena Anda perlu naik ke sebuah bukit dari terminal bus. Tapi kami cukup beruntung karena stafnya sangat ramah dan penolong. Kami dijemput oleh staf perempuan di terminal bus dan ia datang tepat waktu (ya, semua orang Jepang tidak pernah terlambat yang mana adalah hal yang baik). Guesthouse-nya cukup kecil namun sangat lucu dan bersih. Saya sebenarnya menyukai interiornya. Gaya tatami di lobi akan menyambut Anda dan Anda juga bisa duduk nongkrong dengan teman-teman di sana, serta menikmati beberapa permainan. Suasananya sangat ringan, menyenangkan, dan sangat cocok untuk anak muda. Kami menginap di ruangan dengan dua kamar tidur tingkat yang artinya ruangan tersebut pas hanya untuk kami berempat saja. Kami juga punya kamar mandi kami sendiri. Setiap kasur memiliki tirai di mana Anda bisa mendapatkan privasi selama tidur, bersantai, beristirahat, atau sekedar melakukan hal yang Anda sukai. Kasurnya cukup besar dengan seprai yang sangat halus dan bersih. Saya menyukai Sim's Guesthouse dan sangat merekomendasikan Anda untuk menginap di sini jika mengunjungi Kyoto. Guesthouse ini sangat dekat dengan Kuil Kiyomizu, sebuah kuil ternama di Kyoto, dan Museum Nasional. Tempat ini juga tidak begitu jauh dari dari Stasiun Kyoto yang mana memiliki arsitektur yang luar biasa menurut saya. Stasiun Kyoto adalah favorit saya!

Tempat kedua yang kami pesan melalui Airbnb adalah sebuah apartemen milik sepasang kekasih bernama Kazuya dan Saki. Apartemen mereka memiliki sebuah ruang tatami di mana Anda juga bisa merasakan cara tidur tradisional warga Jepang. Di atas tatami terdapat kasur yang besar, nyaman dan halus sebagai tempat tidur. Kami berisitrihat dengan nyaman di sana. Pasangan ini sangat ramah dan baik. Saki bahkan membuatkan kami sarapan dan menyediakan buah selama kami di sana. Satu-satunya kekurangan dari tempat ini adalah lokasinya yang cukup sulit untuk ditemukan. Tapi lingkungannya sangat aman dan kami bisa pergi ketika malam tanpa rasa khawatir akan datangnya masalah. Ada cukup banyak toko serba ada di area tersebut. Kami menginap di sana selama satu malam sebelum kami berpindah ke Osaka. Apartemen mereka berlokasi di antara Osaka dan Kyoto. Kalau Anda tertarik untuk menginap di sini, silakan mengunjungi profil Airbnb mereka: https://www.airbnb.com/users/show/12942250

Ditulis oleh Corinna David
JapanTravel Member
Diterjemahkan oleh Yuda Usman

Cek blog lainnya

Gabung diskusi

Odilia Djoenar 6 bulan lalu
Saya pernah mencoba menginap menggunakan Airbnb ketika di Tokyo. Lebih seru karena bisa berbaur dan merasakan tinggal langsung di pemukiman penduduk lokal. Beneran lebih seru dan beda rasanya dibandingkan dengan menginap di hotel atau guest house sekalipun!
Vicky Amin 8 bulan lalu
Sekarang (dan mungkin memang sudah dari dulu) banyak bangunan perumahan lokal yang dibuat menjadi penginapan, tanpa merubah bentuk aslinya. Lebih seru daripada menginap di hotel! :D